Belajar PHP
![]() |
| Belajar PHP |
Pada hari ini diharapkan anda dapat mengerti tentang:
Variabel
pada PHP
Menempelkan(embed)
PHP pada HTML
Komentar
pada PHP
Struktur
Kontrol (if...else)
Operator
Aritmatik
Variabel Pada PHP
Variabel merupakan elemen yang sangat penting dalam bahasa
pemrograman. Hampir setiap bahasa pemrograman mengenal apa itu yang namanya
variabel. Variabel sendiri merupakan suatu bentuk penyimpanan data sementara
pada memori komputer yang akan diolah lebih lanjut.
Contoh variabel pada PHP
$nama = 'Rio Astamal';
$website = 'www.rahasia-webmaster.com';
$angka_1 = 3;
$angka_2 = 4;
$hasil = $angka_1 + $angka_2;
Variabel pada PHP memiliki tanda khusus yaitu diawali dengan
tanda $ (dollar). Penggunaan tanda
ini sama dengan yang ada di bahasa perl. Seperti terlihat pada contoh diatas
variabel
dapat berisi string(huruf) atau angka.
Sebuah variabel dapat juga berisi variabel lain, contohnya $hasil
= $angka_1 + $angka_2;. Dalam membuat variabel ada beberapa ketentuan
yang harus dipenuhi agar variabel itu valid. Dan menurut saya adanya tanda $ memudahkan kita untuk
menemukan kesalahan.
Ketentuan-ketentuan dalam membuat variabel:
Variabel
dapat terdiri dari huruf, angka dan underscore( _ ) dan tentu saja tanda dollar
$.
Variabel
tidak dapat diawali dengan angka.
Variabel
bersifat case sensitive artinya
membedakan huruf kecil dan huruf besar. Variabel $nama tidak sama dengan $NaMa.
Untuk itu hati-hati dalam penulisan nama variabel.
Tipe Variabel
Variabel juga memiliki banyak tipe. Tipe variabel
mengindikasikan jenis data apa yang disimpan didalamnya.
Macam-macam Tipe Data
PHP mendukung tipe-tipe variabel berikut ini:
Tabel 1.5 Daftar
tipe data pada PHP
Tipe Data
|
Keterangan
|
Integer
String
Double
Boolean
Array
Object
|
Digunakan
untuk semua angka
Digunakan
untuk semua huruf, angka, spasi, dan simbol
Digunakan
untuk bilangan real
Digunakan
untuk nilai True atau False
Digunakan
untuk menampung beberapa data sekaligus
(akan
dibahas lebih lanjut)
Digunakan
untuk class
|
Konstanta
Pada variabel kita diizinkan untuk mengubah nilainya. Ini
berbeda dengan konstanta. Nilai dari konstanta hanya boleh diset satu kali saja
dan tidak bisa diubah dimanapun didalam script.
$var1 = 2000;
$var1 = 4000;
Pada contoh diatas nilai awal dari variabel $var1 adalah 2000. Namun kemudian nilainya diubah menjadi
4000. Inilah perbedaan utama variabel dengan konstanta.
Anda dapat mendeklarasikan konstanta dengan menggunakan
fungsi define.
define('HRG_BENSIN', 2400);
define('HRG_BENSIN', 20000);
Perhatikan, berbeda dengan varibel nama konstanta terdiri
dari huruf KAPITAL. Ini sama dengan bahasa C yang memudahkan untuk membedakan
variabel dengan konstanta. Satu hal yang penting lagi konstanta tidak memiliki
tanda $ seperti yang dimiliki variabel.
Jadi jika kita ingin mencetak nilai konstanta ke layar maka
anda harus menuliskan persis seperti nama konstanta tersebut.
echo $var1; echo HRG_BENSIN;
Hasil pada layar adalah $var1
akan menghasilkan output 4000 dan HRG_BENSIN akan menghasilkan
2400.
Jangkauan(Scope) Variabel
Jangkauan variabel merupakan tempat di script dimana
variabel tersebut masih dapat dipanggil. Bingungkan? Baca lagi dan lanjutkan.
Ada beberpa tipe scope variabel diantaranya:
Variabel
built-in bersifat super-global
artinya dapat dipanggil dimanapun didalam script.
Variabel
global dapat dipanggil dari manapun
kecuali didalam suatu fungsi.
Variabel
yang digunakan pada fungsi hanya dapat dikenali didalam fungsi itu sendiri.
Variabel
yang digunakan didalam fungsi yang dideklarasikan sebagai global akan mengacu
pada variabel global dari nama yang sama.
Nantinya anda akan sering bergaul dengan variabel
superglobal seperti $_GET dan $_POST.
Dibawah ini adalah daftar dari variabel super-global. Variabel – variabel
berikut ini dapat dipanggil darimana saja didalam script, entah itu didalam
atau diluar suatu fungsi.
$GLOBAL
– array dari semua variabel global
$_SERVER
– array dari varibel linkungkan server
$_GET –
array dari variabel yang dikirim melalui method=”GET”
$_POST
– array dari variabel yang dikirim melalui method=”POST”
$_COOKIE
– array dari variabel cookie
$_FILES
– array dari varibel file yang diupload
$_ENV –
array dari lingkungan(environment) variebel
$_REQUEST
– array dari semua input variabel dari user
$_SESSION
– array dari variabel session
Dari keseluruhan variabel super-global yang ada diatas. Ada
beberapa yang akan sangat sering kita gunakan. Seperti $_POST, $_COOKIE,
$_SESSION variabel-variabel ini memiliki peran “penting” dalam script
kita nantinya.
PENERAPAN
TEORI VARIABEL
Jalankan PHP DESIGNER 2006 klik menu File > New > PHP untuk membuat file PHP baru.
Kemudian etik script berikut ini agar memori diotak anda
menangkap dengan lebih baik. Wis.... kayak spesialis otak saja!?!.
Ehm... sebenarnya begini..., eeh... sebelum menjadi
webmaster dulu...saya sempat.....?!? Ah.... udah...udah.... banyak omong.
<html>
<head>
<title>Variabel</title>
</head> <body>
<?php $nama = 'Nama: Mr. Web Janarko<br>'; $website = "Website: www.wejan.com<br>"; echo $nama; echo $website;
?>
</body> </html>
Simpan script diatas dengan nama variabel.php agar kita
tahu bahwa yang sedang kita kerjakan untuk kali ini hanya masalah variabel.
Jalankan pada Internet Explorer atau browser lainnya arahkan ke
http://localhost/webmaster/Bab1/hari-2 klik variabel.php. Jika anda
melakukannya dengan benar hasilnya akan tampak seperti gambar 1.8.
PENJELASAN
SCRIPT
Perhatikan bagian script yang diantara tanda <?php dan
?>. Script yang beraada diantara
tanda tersebut itu merupakan sebuah script PHP. Script PHP selalu diawali
dengan tanda <?php dan
diakhiri dengan tanda ?>. Untuk memisahkan statemen PHP satu dengan yang
lainnya digunakan tanda ";"(titik
koma).
Jadi tulisan yang berada dalam tag <?php ... ?> akan dianggap kode PHP oleh
server. Itulah yang disebut menempelkan (embed) PHP pada HTML.
![]() |
Gambar
1.8: output file variabel.php
|
Jika anda menjalankan perintah berikut.
echo '$nama';
hasil yang akan ditampilkan pada browser hanya $nama. Sebaliknya pada tanda petik dua(
" ) anda dapat meletakkan variabel didalamnya.
Jika anda menggunakan petik dua pada kode.
echo "$nama";
output yang akan ditampilkan pada browser adalah isi dari
variabel $nama.
Yang tidak lain adalah Nama: Mr. Web
Janarko.
Sekarang coba klik kanan dokumen tersebut lalu klik view source. Jika anda mencari bagian
PHP kodenya jelas tidak ada yang ada hanya Nama:
Mr. Web Janarko<br>Website: www.wejan.com<br>. Itulah yang
disebut bahasa server-side scripting. Kode PHP dieksekusi di server yang
dikirim ke klien hanyalah hasil akhirnya saja yaitu berupa kode HTML murni.
Echo merupakan perintah pada PHP yang digunakan untuk
mencetak output berupa string ke browser. Perintah yang ekuivalen dengan echo adalah
print.
Komentar Pada PHP
Komentar pada script bertujuan untuk memberitahu pembacanya,
baik orang lain ataupun anda sendiri. Biasanya komentar digunakan untuk
menjelaskan tujuan dituliskannya script tersebut, siapa penulisnya, kapan
ditulis dan sebagainya. Komentar juga berguna bagi anda sendiri ketika suatu
waktu anda lupa mengapa anda menulis file ini, fungsi-fungsinya untuk apa dan
banyak lainnya.
PHP akan mengabaikan semua text didalam komentar. Jadi tidak
akan berpengaruh pada jalannya suatu script.
PHP mengenal tiga jenis gaya komentar. Pertama model bahasa C (banyak baris/multi
line), biasanya dapat anda letakkan pada bagian atas script. Lihatlah script
dibawah ini.
<?php/*
NamaFile: variabel.php
Penulis: Mr. Web Janarko
Fungsi: untuk mengetes variabel pada PHP
*/
?>
Pada model ini komentar diawali tanda /*
dan diakhiri tanda */.
Yang kedua anda dapat menggunakan model C++. Model ini hanya bisa digunakan pada satu baris saja.
echo $nama; // mencetak nama
atau anda dapat menggunakan model shell script.
echo $website; # mencetak website
Pada kedua model ini, segala text setelah tanda // atau #
akan dianggap komentar oleh PHP sampai akhir dari baris tersebut. Coba anda
modifikasi file variabel.php yang telah anda buat dan tambahkanlah komentar
seperti contoh diatas.
Struktur Kontrol
Struktur Kontrol merupakan sebuah struktur dalam bahasa pemrograman
yang membolehkan kita untuk mengontrol alur dari eksekusi suatu program atau
script. Struktur kontrol mencakup struktur kondisi dan struktur pengulangan
atau looping. Namun karena ini hari
pertama saya hanya memberikan struktrur kondisi if... dan if...else... saja.
Kalau kebanyakan nanti malah pusing, mual lalu muntah.
Statemen if...
Kita dapat menggunakan statemen if untuk membuat sebuah
keputusan. Anda harus memberi if sebuah kondisi untuk membuat keputusan. Jika
kondisi bernilai true maka blok if
akan dieksekusi. Bingung? Tenang sebentar lagi kebingungan anda hilang dengan
melihat contoh. Statemen if dikelilingi oleh tanda { } (kurung kurawal).
$nama = 'Web Janarko';
if ($nama == 'Web Janarko')
{
echo $nama;
}
pada cuplikan script diatas kita menggunakan nilai variabel $nama
sebagai kondisi. Dimana jika nilai variabel $nama sama dengan Web Janarko
maka kondisi bernilai true maka blok
if akan dieksekusi.
Tanda (=) berbeda dengan (==), tanda ==
digunakan untuk mengetes suatu nilai dari variabel apakah sama. Sedangkan =
digunakan untuk memberi nilai pada variabel.
Statemen if...else...
Statemen if juga memiliki banyak variasi salah satu
diantaranya if...else.... Anda akan sering menggunakan statemen ini
karena dengan statemen ini anda dapat memilih kondisi mana yang ingin anda
eksekusi.
Seperti artinya else yang
dalam bahasa indonesia dapat diartikan selain
itu. Statemen else mengijinkan kita untuk menentukan aksi alternatif yang
diambil jika dalam statemen if bernilai false.
$sisa_uang = 6000; if ($sisa_uang < 5000)
{
echo "Maaf bung, sisa uang anda tidak cukup, sisa uang anda sekarang sebesar Rp. $sisa_uang,-.";
} else {
echo "Silahkan membeli karena sisa uang anda masih Rp. $sisa_uang,-.";
}
Saya kira anda sudah bisa menebak alur script tersebut.
Pertama kita sudah mendefinisikan variabel $sisa_uang = 6000. Pada statemen
if yang pertama, jika $sisa_uang kurang
dari 5000 maka true. Sedangkan sisa uang kita masih 6000 maka nilainya false
oleh sebab itu blok statemen else dijalankan. Sekedar mengingatkan karena
menggunakan “ (petik dua) maka variabel dapat langsung kita masukkan dalam
tanda petik tersebut.
PENERAPAN
TEORI IF... DAN IF...ELSE...
Salah satu tugas terpenting dan paling sering dilakukan
bahasa server side scripting adalah memproses HTML Form. Pada contoh ini adalah
inti awal anda memahami tugas PHP sebagai pemroses HTML Form. Kita akan membuat
dua file yang pertama adalah file HTML murni sebagai input data bagi user(HTML
Form). Dan file yang kedua adalah file PHP yang bertugas memproses data yang
dikirim oleh file HTML.
Untuk itu jalankan PHP DESIGNER 2006 lalu klik menu File-New-HTML/XHTML. Ketik script
berikut ini agar mata anda tidak jenuh membaca e-book.
<html>
<head>
<title>MiniMarket Janarko</title>
</head> <body>
<font size="4"><b>MiniMarket Online - Pembelian</b></font><hr>
<p>
<form action="proses_beli.php" method="post">
<table border="0">
<tr bgcolor="#cccccc"> <td>Barang</td>
<td>Harga</td>
<td>Jumlah</td></tr>
<tr>
<td>Baterei CBA</td>
<td>Rp. 7500</td>
<td><input type="text" name="baterei" maxlength="3" size="3"></td></tr> <tr>
<td>Baygin</td>
<td>Rp. 2250</td>
<td><input type="text" name="baygin" maxlength="3" size="3"></td></tr> <tr>
<td>Silver King</td>
<td>Rp. 1750</td>
<td><input type="text" name="silver" maxlength="3" size="3"></td></tr> <tr>
<td colspan="3"><input type="submit" value="B e l i"></td></tr>
</table> </form> </body> </html>
Simpan script diatas dengan nama minimarket.html dan
jangan lupa tetap letakkan di C:\Apache2\htdocs\webmaster\Bab1\hari-2\.
Karena kita masih di skop hari kedua. Lihat gambar 1.9 untuk output script HTML
diatas.
![]() |
Gambar
1.9: output file minimarket.html
|
Sekarang buatlah file PHP-nya, klik File-New-PHP. Silahkan ketik script berikut ini atau dilihat-lihat
saja jika anda sudah paham.
<?php
/*
NamaFile: proses_beli.php
Penulis: Mr. Web Janarko
Fungsi: untuk memproses file minimarket.html
*/
//buat variabel untuk menampung data dari minimarket.html
$baterei = $_POST['baterei'];
$baygin = $_POST['baygin'];
$silver = $_POST['silver'];
# buat konstanta harga masing-masing produk define('HARGA_BTR', 7500); define('HARGA_BYN', 2250); define('HARGA_SLR', 1750);
$baterei_ttl = $baterei * HARGA_BTR;
$baygin_ttl = $baygin * HARGA_BYN;
$silver_ttl = $silver * HARGA_SLR;
$total = $baterei_ttl + $baygin_ttl + $silver_ttl;
if ($total < 50000)
{
$diskon = 0; //diskon 0%
} else{
$diskon = 0.15; //diskon 15%}
$subtotal = $total - ($total * $diskon);
?>
<html>
<head>
<title>Kasir Online - MiniMarket Janarko</title>
</head> <body>
<font size="4"><b>Pembelian Terproses</b></font><hr>
<p><b>Berikut ini faktur pembelian anda</b></p>
<table border="0">
<tr bgcolor="#cccccc">
<td align="center">Barang</td>
<td align="center">Jumlah Beli</td>
<td align="center">Bayar</td></tr>
<?php echo '<tr>';
echo '<td >Baterei CBA</td>';
echo '<td align="center">'.$baterei.'</td>'; echo '<td>'.$baterei_ttl.'</td></tr>'; echo '<tr>'; echo '<td>Baygin</td>';
echo '<td align="center">'.$baygin.'</td>'; echo '<td>'.$baygin_ttl.'</td></tr>'; echo '<tr>';
echo '<td>Silver King</td>';
echo '<td align="center">'.$silver.'</td>'; echo '<td>'.$silver_ttl.'</td></tr>'; echo '</table>';
echo "<p><b>TOTAL: $total</b><br>";
echo "<b>SUBTOTAL SETELAH DISKON: $subtotal</b</p>";
?>
</body> </html>
Simpan dengan nama proses_beli.php, letakkan di
direktori yang sama dengan minimarket.html. Sekarang buka alamat
http://localhost/webmaster/Bab1/hari-2/minimarket.html.
Coba isi field-field jumlah lalu klik beli jika script yang
anda tulis benar maka hasilnya akan terlihat seperti gambar 1.10
PENJELASAN SCRIPT
Waduh saya sendiri bingung menjelaskannya? Ha..bercanda!. OK
kita mulai dari file minimarket.html dulu. Yang perlu saya tekankan adalah
semua komponen dalam tag <form>...</form>. Karena data dalam tag
inilah yang akan diproses oleh PHP. Perhatikan cuplikan scipt berikut
<form action="proses_beli.php" method="post">
pada scipt minimarket.html file php yang “diberi tugas”
untuk memproses data adalah file proses_beli.php. Selain method="post"anda
juga dapat menggunakan method=”get”. Satu hal lagi yang sangat penting dan
mendasar adalah penamaan variabel yang akan diproses.
<input type="text" name="baterei" maxlength="3" size="3">
arti dari cuplikan script diatas adalah kita akan
mempost(mengirim) data dari textbox dengan nama baterei. Untuk menampung
data yang dikirim tersebut kita tentu harus menyediakannya sebuah tempat yang
“nyaman” yaitu di memori komputer dalam hal ini variabel.
$baterei = $_POST[‘baterei’];
![]() |
Gambar
1.10: Output file proses_beli.php
|
kode diatas artinya menampung data yang dikirim dari metode
POST. Isi dari $_POST[...] harus sama dengan nama data yang dikirimkan
dalam hal ini baterei. Sedangkan
untuk nama variabel $baterei
tidak harus sama dengan nama data yang dikirim. Namun untuk
memudahkan pemrograman, saya sarankan agar nama variabel sama dengan nama data
yang kirim.
Karena harga barang bersifat tetap dan tidak boleh berubah
maka sebaiknya kita gunakan konstanta dibanding variabel. define(‘HARGA_BTR’, 7500), seperti yang pernah dibahas sebelumnya.
Untuk membuat konstanta digunakan perintah define(nama_konstanta,
isi_konstana). Konstanta HARGA_BTR
merupakan harga baterei CBA yaitu 7500.
$baterei_ttl = $baterei * HARGA_BTR; ....................................
$total = $baterei_ttl + $baygin_ttl + $silver_ttl;
Saya kira tidak perlu dijelaskan, sudah jelas kan? Oh...
perlu dijelaskan? Baik. Variabel
$baterei_ttl adalah
variabel yang menyimpan hasil perkalian ( * ) antara isi variabel
$baterei
dengan konstanta HARGA_BTR. Yang
merupakan jumlah harga baterei CBA sejumlah x unit. $total sudah dapat
anda tebak kalau variabel tersebut menyimpan semua total harga barang mulai
dari batereri, baygin dan silver.
if ($total < 50000)
{
$diskon = 0; //diskon 0%
} else
{
$diskon = 0.15; //diskon 15%
}
$subtotal = $total - ($total * $diskon);
Pada statemen if diatas jika pengunjung berbelanja kurang
dari 50000. Maka ia tidak mendapat diskon sebaliknya jika pengunjung berbelanja
lebih dari 50000 maka ia dapat diskon 15% (0.15 dalam desimal). Seperti yang
pernah kita pelajari kita dapat mengambil keputusan dari dua kondisi dengan
menggunakan statemen else. Variabel $subtotal
merupakan hasil dari total seluruh harga dikurangi perkalian total keseluruhan
harga dengan diskonnya. Agar PHP tidak keliru untuk menafsirkan keinginginan
kita berilah tanda ( ) didalam perhitungan. Seperti matematika SD saja...!.
echo '<td align="center">'.$baterei.'</td>'; echo '<td>'.$baterei_ttl.'</td></tr>'; .......................................
echo "<p><b>TOTAL: $total</b><br>";
echo "<b>SUBTOTAL SETELAH DISKON: $subtotal</b</p>";
pada baris yang pertama variabel $baterei kita
masukkan pada kolom ke-2 pada tabel. Nanti secara otomatis nilai dari $baterei
akan diganti dengan angka yang dimasukkan user pada form pembelian. Perlu
diperhatikan tanda “.” (titik) digunakan untuk menggabungkan string.
Nilai $baterei_ttl akan berubah sesuai dengan perkalian dari $baterei
dan HARGA_BTR.
Karena $total
berada dalam tanda petik “ “ (petik dua) maka kita tidak perlu menggunakan
tanda “.” Untuk menggabung variabel dengan string.
PHP tidak memperdulikan tata letak kode
anda, desainlah kode anda untuk semudah mungkin dapat dibaca dengan nyaman.
Terutama pada blok statemen if dan sebagainya. Ini juga akan mempermudah anda
dalam mencari suatu kesalahan(bug) pada kode anda.
Operator
Operator merupakan simbol yang dapat digunakan untuk
memanipulasi nilai dan variabel.
Pada bagian sebelumnya kita sudah menggunakan
beberapa operator diantaranya =, ==, <, ., +, * dan lainnya. Selanjutnya
kita kan membahas operator-oprator ini dan operator lainnya lebih detil
lagi.
Operator Aritmatik
Operator aritmatik sudah sangat umum anak SD kelas 1 pun
sudah bisa menggunakan operator ini. Operator artimatik tidak ada bedanya
dengan operator matematika biasa. Daftar dari operator aritmatik ditunjukkan
pada tabel 1.5
Tabel 1.5 – Operator
Aritmatik pada PHP
Operator
|
Nama
|
Contoh
|
+
|
Penambahan
|
$a + $b
|
-
|
Pengurangan
|
$a - $b
|
*
|
Perkalian
|
$a * $b
|
/
|
Pembagian
|
$a /
$b
|
%
|
Modulus
|
$a % $b
|
Untuk operator aritmatik ini yang perlu sedikit saya
jelaskan adalah tentang modulus. Nggak usah... saya ini pakar matematika? Ya..
udah. Hei kami belum tahu!. Karena kita negara demokratis maka suara terbanyak
yang kita ambil jadi saya akan menjelaskan tentang modulus.
Modulus merupakan sisa pembagian dari dua bilangan.
$a = 11;
$b = 2;
$hasil = $a % $b;
nilai dari variabel $hasil adalah 1.
Jika $a
kita ganti dengan 15 dan $b dengan 4 maka $hasil
= 4;
Operator String
Saya rasa saya perlu sedikit menjelaskan tentang operator
ini. Anda dapat menggunakan tanda penghubung “.” untuk menggabungkan dua
string. Seperti yang sudah pernah saya singgung sebelumnya. Kita dapat
menggunakan tanda petik satu ( ‘ ) atau petik dua ( “ ). Jika anda ingin
menampilkan output yang terdapat tulisan tanda “ maka sebaiknya gunakan tanda ‘
untuk mengapit string anda begitu pula sebaliknya.
$a = "Do’aKu ";
$b = 'Selalu Menyertaimu";
$c = $a.$b;
Output yang akan ditampilkan oleh variabel $c
adalah Do’aKu Selalu Menyertaimu. Sebagai alternatif anda juga dapat
memberi tanda \ (backslash) jika ingin menampilkan tanda “ atau ‘ pada
penggunaan tanda yang sama di variabel.
$a = 'Do\'aKu ';
$b = "Selalu Menyertaimu";
$c = $a.$b;
Ouput yang dihasilkan akan sama persis dengan yang
sebelumnya.
Selain itu anda dapat menggabung string dengan cara
demikian.
$a = "Do'aKu";
$a .= "Selalu Menyertaimu";




Tidak Ada Komentar